Senin, 12 Januari 2015

puisi "Pohon Rindang"

kala mataku terbelalak menyambut pagi..
bisingnya jalanan ibu kota  ramaikan gendang telinga..
tak perlu saluran radio, tak butuh nyanyian pengamen
semuanya otomatis berjejer di pinggiran..

kakiku melangkah menuju sebuah taman
disana hanya bunga-bunga dan angin yang riang gembira
bersamanya kulihat seorang gadis belia
seolah bergelayut manja dibawah pangkuan pohon nan rindang
cemburu sungguh kucemburu melihatnya
ingin kurebut pangkuan itu darinya,
namun betapa jahatnya diriku..

saat ujung kakiku berputar 90 derajat
tak sengaja kulihat ia sedang menangis sendu
memeluk sebuah buku tua dan selembar foto lama
sesaat kudengar rintih tangisannya
ia berkata "ibu aku sangat merindukanmu"


note: sayangi kedua orang tua sebagaimana engkau menyayangi dirimu, engkau akan tahu apa yang kau anggap tidak pernah terjadi menjadi sebuah kenyataan yang harus kaulewati, TANPAnya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar