Jumat, 16 Januari 2015

Kesan setelah nonton film Assalamualaikum Beijing

aaaa! seperti itulah kira-kira gambaran hati saya,sebelum menonton film ini, awalnya sempet gak terlalu tertarik untuk menontonnya, eh gatau kenapa tiba* rasa penasaran muncul di benak, nah maksa-maksa gue untuk nonton ini film. Singkat cerita, kami nyampe ke bioskop 21 Palembang Square, nunggu hampir setengah jam, akhirnya! kami masuk ke ruang bioskop. Be! ya be! karna cuma kami ber2 yang ngisi tempat itu, gak terlalu rame, tapi rada-rada serem juga..
nunggulah beberapa menit akhirnya film ini ditayangkan hehe :D dan akhirmya lama-lama makin banyak walaupun ga terlalu rame yang nonton.
tokoh utama di film ini ya iya, kakak kita yang cantik, Revalina S Temat, ialah putri dari pasangan sayuti Temat(melayu-Palembang) dan ibunya Racmaniar(minang) eh! ada nyangkut-nyangkut palembang niih. Meskipun kak Reva sendiri gak lahir di Palembang, tapi di Jakarta 26 nov 1985(sekarang 29 tahun). Cantik natural menurut saya pribadi. Okelah fokus ke pembahasan, di awal nonton film ini kita langsung diboyong ke persiapan acara nikah antara ra(reva) dan dewa(ibnu jamil). Ra tidak menyangka bahwasanya si dewa ini berterus terang perihal hubungan gelapnya dengan wanita lain, meskipun dewa bergeming bahwa ia tidak mencintai wanita tsb. Dan dewa jujur bahwa wanita tsb hamil! haa!. Disanalah rasa kecewa ra thd dewa bergejolak, ya iya sebagai seorang wanita yang normal, siapa yang tidak sakit hati. Singkat cerita akhirnya ra memiliki kesempatan untuk kerja di Beijing, asyiknya ia bertemu dengan sahabat karibnya sekar (laudya c bella), ia meninggalkan semua perasaan kecewanya di tanah air. Di perjalanan menjajaki kota Beijing, bertemulah ia dengan seorang laki-laki berdarah tanah ginseng tsb namanya cung one, sebelum cung one pergi ia memberikan ra sebuah buku sejarah tentang Ashima(putri beijing) dan gak aneh, si cung one ini memanggil asmara dengan sebutan ashima cieeeee :o . Dalam kesempatan yang berbeda, asma bertemu dengan cung one yang tidak sendiri, ternyata cung one adalah seorang gaet(pemandu wisata), cung one bukanlah laki-laki kaya atau bangsawan. Ia seorang laki-laki yang sederhana. Akhirnya cung one berkeinginan menemani asma mengelilingi objek wisata terkenal di Beijing, datanglah mereka ke sebuah toko, ra memberikan peci untuk cung one, tapi saya kan bukan seorang muslim (cung one) tidak apa-apa kamu simpan saja (ra).

Rabu, 14 Januari 2015

puisi kau kawan, sahabat dan teman

hay? apa kabar? :')
sudah lama kita tidak berjumpa, saling berbicara..
kini kita saling memandang dengan tatapan kosong (itu aku)
namun engkau menatapku dengan paras kekecewaan..
maafkan aku teman :)

kau tahu teman,
selalu ada 2 bisikan, namun sayang..
saat itu aku memilih bisikan yang salah..
bisikan yang kini justru membuatmu menjauh

aku tidak ingin bicara terlalu banyak kawan..
bila ini jalan yang terbaik,
inginku membuka lembaran yang baru..
agar aku tidak terus menerus menyakiti mu
secara tidak sengaja..
bagaimanapun aku hanya manusia biasa sahabat :)
aku rindu..

Kejora-

Senin, 12 Januari 2015

puisi Biarlah&Biarkan

biarlah ibu..
biarlah aku tak ingin memaksakan yang tak sanggup kita raih..
biarkan ibu aku memakai baju lusuh ini, ini masih melindungiku..

biarlah ibu..
biarkan aku pulang sendiri, jangan engkau cemasi aku sebegitunya
janganlah engkau tak makan sebelum aku pulang sekolah

biarlah ibu..
biarlah kugunakan uang seribu ini untukku jajan..
janganlah engkau menangis didalam hatimu, aku tak apa-apa bu..
sungguh tak mengapa

biarkan ibu..
biarkan orang lain menatap kita penuh kecurigaan
yang kutau hatimu bak malaikat

biarlah ibu..
biarlah aku telat membayar uang sekolah
asalkan kita masih dapat membeli sayur dan beras

biarkan ibu..
biarkan aku mandiri disini walau berada jauh melampaui jauh darimu
namun hati kita masih tetap berbicara

puisi untuk mamak yg sudah tenang disana :')

puisi "Pohon Rindang"

kala mataku terbelalak menyambut pagi..
bisingnya jalanan ibu kota  ramaikan gendang telinga..
tak perlu saluran radio, tak butuh nyanyian pengamen
semuanya otomatis berjejer di pinggiran..

kakiku melangkah menuju sebuah taman
disana hanya bunga-bunga dan angin yang riang gembira
bersamanya kulihat seorang gadis belia
seolah bergelayut manja dibawah pangkuan pohon nan rindang
cemburu sungguh kucemburu melihatnya
ingin kurebut pangkuan itu darinya,
namun betapa jahatnya diriku..

saat ujung kakiku berputar 90 derajat
tak sengaja kulihat ia sedang menangis sendu
memeluk sebuah buku tua dan selembar foto lama
sesaat kudengar rintih tangisannya
ia berkata "ibu aku sangat merindukanmu"


note: sayangi kedua orang tua sebagaimana engkau menyayangi dirimu, engkau akan tahu apa yang kau anggap tidak pernah terjadi menjadi sebuah kenyataan yang harus kaulewati, TANPAnya!

Jumat, 09 Januari 2015

Referensi tentang ilmu Agama Islam

Jujur, sebagai seorang mahasiswi, kadang terbentur dengan keadaan genting, ha! genting bagaimana? yap! disaat dosen memberikan sederet tugas, namun kita tidak memiliki referensi yang tepat, apalagi akurat, yaa, bagi yang berkecukupan tentunya dapat dengan mudah membeli buku. Lah bagaimana yang kekurangan sumber pengahasilan(uang) itulah yang kadang membuat para mahasiswa/i ini kebingungan. bingung kenapa? yaa mereka kebingungan bagaimana menyulap tugas tersebut? (panggil doraemon aja) (hehehe). Yap! bagi yang sering mengalami keadaan seperti ini, mungkin bisa dipecahkan masalahnya, pakek apa'an? linggis? ya tentunya tidak lah, saya mau bagi-bagi permen ni, tapi dalam bentuk website, silahkan tinggal klik laman berikut http://www.masuk-islam.com/ loh kok masuk-islam?  saya kan sudah islam? bukan judulnya yang jadi permasalahannya, tetapi apa yang terkandung dalam situs tersebut, didalamnya menyediakan beberapa artikel yang dapat dikonsumsi oleh setiap umat beragama islam. Untuk lebih jelas lagi, silahkan datangi sendiri situsnya. oke? semoga bermanfa'at :)

Siapakah Orang Bijaksana itu?

Awalnya saya menemukan ide ini setelah menilai kinerja seorang dosen (ya pengamatan sederhana gitu, gak dibayar, gak dinilai kog). Yap! Bijaksana, begitulah penilaian saya terhadapnya, yang bagi saya pribadi bijaksana ialah seorang pendengar yang baik, menerima kritikan orang lain dengan terbuka, setiap katanya ialah fakta bukan dusta, ia yang Jujur dengan dirinya sendiri, tidak berusaha menutup-nutupi sifat alaminya, mampu mengimbangi dirinya, bisa menempatkan dirinya pada bermacam suasana, kira-kira seperti itu. Namun 1 hal yang saya kagumi dari dosen ini, ia pintar menghargai orang lain, tidak bersikap menggurui, mendominasi lawan bicaranya, tapi tersenyum kecil menanggapi protes atau sebagainya dengan terbuka, bersikap fleksibel dan asyik. Lalu "siapakah orang bijaksana itu?" jawabannya adalah "Orang yang bijaksana adalah orang yang sedang memperbaiki dirinya, ingin berubah lebih baik, sibuk mencari kesalahan dirinya|bukan mengorek-ngorek kesalahan orang lain, menerima kritikan orang lain secara terbuka, tidak merasa paling pintar, pintar atau tidaknya seseorang baiknya biarlah orang lain yang menilai ya tak? (hehe). Demikianlah penjelasan dari saya, saya mohon pamit dulu, Assalamualaikum :)

Menjadi Pustakawan Profesional

Oleh: Farhani R (mahasiswi konsentrasi ilmu perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang)
Profesional, sebuah kata serapan dari bahasa inggris yang berartikan sebagai berikut: "Professional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.(wikipedia bahasa indonesia)." lalu marilah kita beranjak ke masalah utama "Menjadi pustakawan profesional" apakah diartikan demikian, ya bisa kita jadikan tolak ukur, namun sebenarnya menjadi pustakawan profesional tidak selalu digambarkan dengan pegawai yang tertib terhadap peraturan kerja (datang tepat waktu, melayani apa adanya, tidak pernah izin kerja, rajin merapikan buku, dan sederet gambaran lain-lain) Memang benar demikian gambarannya, namun sebetulnya kita hampir melupakan aturan main, tata kromo (koyo orang jawa bilang), yap! tata krama, "apa hubungannya? tata krama yang saya maksud disini menyangkut masalah "Pelayanan Publik", khususnya pengunjung perpustakaan. Ingatkah saudara dengan opini orang-orang barat dulu: "orang indonesia dikenal dengan keramah-tamahannya, mungkin agak berbeda dengan orang-orang Barat atau Timur, yang agak terkesan cuek. Lalu saudara beranggapan "not at all!" benar! tidak semua orang indonesia bertata krama dengan baik. Namun alangkah lebih baiknya jika kita menanamkan nilai leluhur kita yang dulu, jangan sampai terjebak dengan dunia yang kemodern-modern'an. "Satu Nusa-Satu Bangsa satu bahasa kita"  bukankah demikian? maka dari itu, marilah kita bersama-sama menjaga nilai budaya kita yang pernah diwarisi para leluhur kita semua.

Mengapa Sulit menjadi Orang Baik seutuhnya?

Sontak saya berfikir selama ini keliling demi menemukan apakah jawabannya, tak gampang, butuh sebuah pemahaman. Pemahaman yang benar-benar membenam dalam jiwa. Meskipun saya bukanlah seorang Psikotest, namun bukankah setiap seorang pakar ilmu mulanya belajar secara ilmiah, lalu apa beda dengan saya yang sama-sama memiliki sistem otak, meski rupanya entah bagaimana, yang terpenting adalah Rasa ingin tahu yang tinggi. yap! mari kita semua kembali fokus terhadap masalah utama, "Mengapa-sulit-menjadi-orang baik-Seutuhnya?". Orang baik, menurut asumsi saya pribadi, orang baik adalah orang bertingkah laku sebagaimana mestinya, ia berusaha untuk tidak menyakiti orang lain, dalam bentuk bagaimanapun, orang baik selalu berusaha tunduk kepada peraturan yang berlaku. Tentu saja, sifat baik yang melekat pada dirinya terkadang bukan bawa'an sejak ia lahir, ataupun karena keturunannya saja, melainkan menjadi baik baginya adalah sebuah Pilihan. Mari kita beralih kepada kontra, lalu pertanya'an muncul dari beberapa orang, "mengapa sulit menjadi orang baik seutuhnya?". Jawaban versi saya pribadi: sebelum lebih jauh, marilah kita renungkan secara seksama, "BAIK" apakah itu? apakah ia sebuah nilai/range/value atau apapun itu yang sifatnya mutlak? tentu saja jawabannya tidak, baik bukan merupakan predikat yang hanya bisa kita raih di bangku sekolah, lalu timbul masalah, "untuk mencapainya tidak harus secara alamiah, bisa saja secara buatan?" (eh, kayak penelitian aja) ya, seperti yang kita tau, dizaman yang modern ini, pendidikan di Indonesia mengalami penurunan. Penurunan di bidang apa?, penurunan di bidang mutu pendidikan. Pemerintah sebaiknya memberikan tinjauan intensif terhadap lembaga pendidikan di Indonesia, Ingatkah kita semua dengan bait ini" Mencerdaskan Kehidupan Bangsa" yang merupakan salah satu cita-cita nasional Indonesia Merdeka, all right? poin emasnya, mari kita bubuhkan Pendidikan Karakter dalam mencapai mutu pendidikan secara maksimal.

Rabu, 07 Januari 2015

Logo final UIN Raden Fatah Palembang

Setelah pihak kampus melangsungkan sayembara beberapa bulan yang lalu, akhirnya terpilihlah 3 pemenang utama.. wiiiiiiiiih dapet hadiah apa? usul punya usul sudah diumumkan siapa pemenang pertama, alias sudah ditentukan logo resmi UIN. Bagaimanakah Penampakan aslinya, silahkan KLIK link yang saya muat dibawah ini, berhubung logo nya belum secara meluas dipublikasikan, jadi langsung saja kita masuk ke website resmi UIN Raden Fatah Palembang.
 makna logo UIN Raden Fatah disamping kiri ini, dapat kalian unduh di kolom website.

resensi novel Bidadari-Bidadari Surga-Tere Liye

Sebuah novel yang telah diterbitkan tepat pada tahun 2013, dari berbagai sumber saya menilik novel ini sangat istimewa, inilah salah satu novel karangan Darwis Tere Liye, novel ini menceritakan tentang Cinta, Kasih Sayang dan Pengorbanan seorang kakak bernama Laisa, yang rela berkorban mati-matian demi masa depan ke-4 adiknya, tidak perduli besar apapun Ombak yang ia rintangi, ia memprioritaskan kebahagiaan orang lain, diatas kebahagiaan dirinya sendiri. Sangat cocok bagi kawula muda yang memiliki semangat berapi-api untuk meraih kesuksesan dengan tidak melupakan arti pengorbanan orang lain. Dari novel ini kita dapat belajar arti Ketulusan yang Hakiki, tentunya bukan dengan ucapan, melainkan dengan perbuatan yang sepadan. untuk lebih jelasnya sahabat sekalian dapat meng-KLIK link diatas. Semoga bermanfaat ;)

Bacaan Ringan

Monggo di klik :)
salib dibalik jilbabnya
salib dibalik jilbabnya
Sebuah Cerpen karangan Dede Yogi Darsita, mulanya sempet mikir, ah males mbacanya nanti ceritanya kaku. Eh pas dibaca step by step, menurut saya penulis menggunakan bahasa yang santai, tidak bergejolak, tenang, mudah dicerna, dan 1 lagi sedikit menyinggung unsur, yang bagi saya mungkin unsur tsb dianggap sepele bagi setiap orang, namun ternyata memiliki efek yang besar bagi orang banyak.
Sang muslimah sejati, dialah yang memiliki keteguhan iman, rela bejihad di jalan Allah dengan cara nya sendiri, yang tidak jarang orang lain menilai islam itu teroris, semakin sering berpapasan dengan wanita berkerudung panjang, maka tidak sedikit orang ber-asumsi demikian. Disanalah kita seharusnya memperbaiki sesuatu itu, jangan sampai menjadi boomerang bagi kita semua, khususnya Pemilik keyakinan Agama Islam, (opini saya). Silahkan dibaca dengan Meng-Klik link diatas.  Cerpen ini memberikan kira inspirasi betapa pentingnya memahami ilmu syari'at.