Semua disana tampak indah, dengan udara yang begitu sejuk, berbeda dari suasana kota yang kedengaran bising oleh kendaraan beroda sekaligus polusi udara dimana-mana.
H-1 kami berkeliling ke kebun teh, di tangga 2001, tampak gunung teh yang meluas dan hijau ditambah udaranya nan sejuk. Kami semua sibuk berfoto ria dengan handphone masing-masing, sangking indahnya pemandangan membuat kami enggan meninggalkan tempat tersebut. Tak lama kemudian setelah sesi berfoto ria selesai, kami sempat berhenti di tempat berjualan oleh-oleh khas pagar Alam. Demi kekompakan kami membeli t-shirt panjang bertuliskan pagar Alam dengan desain foto di dalamnya. Embel-embel ingin dipakai untuk mengunjungi curug besok pagi.
Tepatlah tanggal 7 mei 2017, minggu kami bersiap siap ingin bermain di air terjun curug 7 kenangan. Karena inisiatif kakak sepupu teman kami. Tak ayal, tempatnya sungguh indah, namun harus melewati jalanan berliku yang panjang, namun semua otu terbalaskan oleh pemandangan air terjun yang memesona.
Tanpa dugaan, setelah keasyikan berfoto selfie ria, aku berdiri disamping temanku, tapi entah mengapa pandanganku seolah hilang sedikit demi sedikit. Tak terbayanhkan sebelumnya. Mereka yanglainnya pun sibuk dengan dirinya masing-masing. Aku yang terdiam kehilangan pandangan sempat mencengekeram lengan teman disebelahku cukup kencang. Tak lama dari itu aku jatuh terpingsan. Saat itu aku mendengar suara temanku menyebut "ngucap-ngucap" aku yang mendengar suara itu pun sontak mengucap astaghfirullahaladzim sesering mungkin. Diiringi salah seorang yang menyuguhkan air di kerongkonganku
Tak lama dari kejadian itu, kami makan ikan bakar bersama. Lalu bergegas bersiap-siap pulang keruma. Entah apa mau dikata, balak mengintai kami, di perjalanan keluar dari curug, seorang penjambret mendekati temanku yang berada di sebelahku. Ia nekat mengambil tas merah milik temanku, yang berisikan ke empat handphone milik kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar